SIAP JABAR 2022: TEMA INKLUSIVITAS BAWA MAHASISWA RAIH BEST PRESENTATION

Silaturahmi Administrasi Publik Jawa Barat (SIAP JABAR) merupakan sebuah forum silaturahmi dan ilmiah antar mahasiswa Administrasi Publik se-Jawa Barat. Kegiatan silaturahmi ini dilakukan setiap tahun dan secara turun temurun diselenggarakan oleh tuan rumah terpilih, dan  pada tahun 2022 ini Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik FISIP Universitas Padjadjaran (Hima AP FISIP UNPAD) terpilih menjadi tuan rumah dari SIAP JABAR 2022. Rangkaian acara dari SIAP JABAR 2022 ini terdiri atas rangkaian kegiatan berupa rangkaian temu silaturahmi yang diikuti dengan perlombaan karya tulis bertema “Inovasi Program dalam Upaya Pencapaian Birokrasi yang Efisien” yang akan disusun dalam sebuah policy brief, kemudian disampaikan kepada stakeholders terkait untuk dijaring dan diproyeksikan dalam berbagai agenda kebijakan. Mengingat bahwasannya Universitas Katolik Parahyangan rajin mengirimkan mahasiswanya sebagai delegasi, maka pada tahun 2022, Program Studi Ilmu Administrasi Publik UNPAR kembali mengirimkan mahasiswanya sebagai perwakilan SIAP JABAR 2022 yang terdiri dari Sharon Debora, Virgilia Karin, Aditya Barus, dan Negita Ceria. 

Acara SIAP JABAR membutuhkan beberapa bulan persiapan sebelum akhirnya memasuki puncak acara yang diadakan oleh tuan rumah. Tema yang diusung dalam SIAP JABAR tahun ini adalah “Inovasi Program Dalam Mewujudkan Birokrasi Efisien” yang memiliki beberapa sub tema; Inovasi Transformasi Digital Pelayanan Publik, Inovasi Pelayanan Publik Inklusif, dan Inovasi Peningkatan Kualitas Mutu Pelayanan Publik. Delegasi UNPAR mendapatkan tema Inovasi Pelayanan Publik Inklusif yang akan dijadikan landasan dalam pembuatan karya tulis serta melakukan penelitian. Dimulai pada bulan September, mahasiswa delegasi mulai melakukan rancangan mengenai tema dan bahasan seperti apa yang akan diambil. Penelitian tidak dilakukan secara langsung, karena ada bonding terlebih dahulu antar delegasi. Baik satu sama lain delegasi mulai saling membagi ide-ide mereka untuk dibahas dalam kompetisi karya tulis ini.

Penelitian dan pembuatan karya tulis ini juga tidak luput dari bantuan dan saran dari para dosen, seperti Mas Trisno Sakti selaku Kaprodi Administrasi Publik UNPAR dan para dosen muda seperti Mas Jeffri, Mas Jerry, dan Kang Maul. Proses penelitian dan pembuatan karya tulis ini memakan waktu kurang lebih satu bulan. Dalam satu bulan, tim delegasi secara rutin melakukan bimbingan, memperbaiki karya tulis, serta melakukan penelitian. Delegasi UNPAR mengangkat judul “Apakah Digitalisasi Sektor Publik Berhasil Mewujudkan Inklusivitas Pelayanan? Pembelajaran dari System Usability Scale: Aplikasi Salaman” yang dimana isinya adalah membahas mengenai sebuah aplikasi pelayanan publik yang bernama SALAMAN dan memberikan kesimpulan apakah aplikasi tersebut sudah inklusif berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan metode SUS itu sendiri. Tentu terkadang ada beberapa kendala dalam proses pengerjaan, namun dengan kerja sama dan koordinasi yang baik antar tiap anggota, akhirnya karya tulis dapat dikerjakan dengan baik dan selesai tepat waktu.

Rangkaian acara SIAP JABAR 2022 berlangsung selama tiga hari, diawali hari pertama dengan Seminar Nasional dan presentasi hasil karya ilmiah dari setiap delegasi. Kemudian, kegiatan di hari kedua yaitu public hearing atau penyampaian policy brief kepada para birokrat. Di hari ketiga, kegiatan yang dilakukan diantaranya outbound, gala dinner, dan pengumuman pemenang. Pada akhirnya, proses ini membuahkan hasil tim delegasi UNPAR bisa mendapatkan penghargaan sebagai Best Presentation pada SIAP JABAR 2022. Selama menjadi delegasi UNPAR untuk SIAP JABAR 2022, Gita, Sharon, Karin dan Barus merasa bahwa mengikuti rangkaian acara tersebut mendapatkan banyak sekali pengalaman dan pelajaran bersama para dosen dan rekan-rekan mahasiswa Administrasi Publik dari beberapa Universitas di Jawa Barat.

Negita Ceria
Aditya Barus